Pelanggaran Hak Siar Premier League di Indonesia Jadi Sorotan Tajam

Jakarta – Indonesia sedang disorot karena disebut sebagai negara kedua yang paling banyak melakukan pelanggaran terhadap hak siar Premier LeaguePada November lalu, dua orang di Thailand dituntut denda sebesar Rp. 8 Miliar dan hukuman penjara yang bisa mencapai 3,5 tahun setelah terbukti melanggar hak cipta penayangan siaran Liga Inggris.

Sedangkan aparat penegak hukum Indonesia juga telah melakukan sidak terhadap beberapa terduga pelaku ilegal streaming di berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat pada Rabu (18/12/2019). Diberitakan, aparat mengamankan sejumlah barang bukti termasuk perangkat komputer yang digunakan para terduga pelaku dan bukti transaksi keuangan hasil dari perbuatan tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa ini diawali atas adanya berbagai dugaan pelanggaran hak atas kekayaan intelektual Premier League , antara lain dalam bentuk layanan streaming tanpa izin, penyiaran atau distribusi siaran secara ilegal oleh TV kabel daerah, kegiatan nonton bareng (nobar) tanpa izin, penjualan android box, IPTV, hingga fly ticket.

Saat ini lisensi penayangan Liga Inggris di Indonesia secara ekslusif dipegang oleh Mola TV hingga tiga musim mendatang.

“Pihak Liga Inggris kerap mendeteksi pelanggaran Hak Intelektual atas penayangannya di Indonesia, dan mereka akan terus meningkatkan usaha mereka untuk menindak mereka yang melanggar Hak Intelektual ini,” kata Uba Rialin, penasihat hukum Mola TV yang memegang hak siar resmi Liga Inggris di Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *