Inter Milan Menyelamatkan Karier Romelu Lukaku yang Terpuruk di Manchester United

Lukaku sangat tajam di Inter Milan musim ini. Pria 26 tahun tersebut sudah mengoleksi 14 gol dari 18 pertandingan di Liga Italia Serie A. Total, Lukaku telah menjaringkan 16 gol untuk La Beneamata.

Perolehan gol Romelu Lukaku ini jauh lebih baik ketimbang musim lalu saat masih membela MU. Ketika itu Lukaku hanya bisa membuat 12 gol dari 32 penampilan di Liga Inggris.

Lukaku membuat dua gol guna membantu Inter Milan menang atas Napoli pada laga pertama Liga Italia di tahun 2020.

Dua gol tersebut membuat Lukaku melewati rekor striker legendaris Inter Milan, Christian Vieri. Dalam 18 laga awal bersama Nerazzurri, sebutan Inter Milan, Vieri mencetak 13 gol. Vieri mencatatkan torehan tersebut pada tahun 2000.

“Saya tidak memikirkan catatan atau statistik. Saya hanya bekerja untuk membantu tim agar menang. Saya senang dengan apa yang kami lakukan, kami tumbuh berkat semua pekerjaan yang kami lakukan secara bersama,” ucap Romelu Lukaku, di situs resmi klub.

Ketajaman Lukaku turut mendongkrak prestasi Inter Milan. Pasukan Antonio Conte itu kini bertengger di puncak klasemen Liga Italia. Inter unggul selisih gol dari juara bertahan Juventus.

Performa ciamik Lukaku juga membuat Inter Milan kini sangat difavoritkan mengakhiri dominasi Juventus yang sudah juara Liga Italia delapan musim beruntun.

Menanjaknya performa Lukaku juga tak lepas dari tangan dingin Conte. Mantan pelatih Juventus itu bisa membangkitkan kembali reputasi Lukaku yang hancur di MU.

“Sangat penting punya seorang pemimpin seperti Conte di belakang Anda, kami ini tim muda dan dia itu seorang pemenang. Hubungan saya dengan Lautaro? Kami teman baik di luar lapangan dan kami berupaya saling membantu satu sama lain saat bermain bersama. Saya senang dengan bagimana kami bekerja bersama sekarang, tapi saya tahu masih ada ruang bagi kami untuk berkembang,” tutur Lukaku, dilansir dari situs resmi klub.

“Kami bermain bagus malam ini, saya gembira buat fans karena ini adalah kemenangan yang menjadi pesan buat semuanya. Saya tak memikirkan tentang rekor atau statistik. Saya hanya ingin bekerja membantu tim menang. Saya gembira dengan apa yang kami lakukan sekarang, kami bertumbuh berkat apa yang kami lakukan bersama,” lanjutnya.

Salah satu kejelian Conte adalah menduetkan Lukaku dengan penyerang muda Lautaro Martinez. Keduanya menjadi pemain yang ditakuti di Serie A. Lautaro musim ini telah mengoleksi sembilan gol di Serie A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *