Bisikan Solskjaer Berada di Balik Kesuksesan Daniel James Akhiri Paceklik Gol

Daniel James mencetak satu gol saat Manchester United (MU) mengalahkan LASK 5-0 pada leg pertama 16 besar Liga Europa, di Linzer Stadion Ternyata, ada pengaruh pesan khusus dari sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer di balik terciptanya gol tersebut.

Sumbangsih itu juga sangat bermakna spesial bagi Daniel James karena berhasil menyudahi paceklik golnya yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.

Gol Daniel James ke gawang LASK tercipta pada menit ke-58, yang bermula dari assist Odion Ighalo. Ighalo memberikan bola ke sisi kiri, di mana Daniel James berlari menyambut bola.

Pemain muda asal Wales itu kemudian melakukan penetrasi hingga masuk ke kotak penalti LASK dan melepaskan tembakan yang mengoyak jala gawang tim tuan rumah.

James mengaku lega akhirnya bisa menyudahi puas golnya di MU. Sejak didatangkan ke Old Trafford pada musim panas 2019, James sebenarnya mengawali kariernya bersama Setan Merah dengan mengesankan.

Dia mencetak tiga gol dalam empat laga pertama bersama MU. Namun, setelah itu pemain berusia 22 tahun tersebut paceklik gol. Dia tak lagi menyumbangkan gol sejak 31 Agustus 2019, saat tandang ke markas Southampton.

“Mungkin saya tak mencetak gol sebanyak yang saya inginkan akhir-akhir ini. Saya memulai dengan bagus, tapi mungkin tidak sesuai standar yang saya inginkan. Terima kasih kepada semua pelatih dan manajer yang memercayai saya dan bekerja dengan saya setiap hari,” kata Daniel James kepada MUTV, seperti dilansir Manchester Evening News.

James mengaku menerima nasihat dari Solskjaer saat turun minum alias jeda pertandingan. Pesan itu yang membuatnya bisa mengambil keputusan tepat dan menjebol jala LASK di Austria.

“Saya merasa memiliki peluang pada babak pertama dan jelas kecewa (tidak berhasil mencetak gol). Tapi ketika ada peluang lagi dan manajer bilang jika mendapat kesempatan untuk menendang, maka tendang lah, dan syukurlah jadi gol,” kata Daniel James.

James juga mengakui puasa gol yang dialaminya sempat menjadi beban. Namun, dia terus berjuang dan tak merasa putus asa.

“Memang selalu begitu (jadi beban), tapi Anda harus menghadapinya. Pertandingan bertambah ketat dan cepat. Pada setiap pertandingan Anda harus lebih baik, dan melihat apa yang bisa dilakukan lebih baik lagi,” ujar James.

“Sebagai pemain saya merasa memberikan lebih dari sekadar gol-gol, tapi juga berusaha menciptakan peluang, dan bekerja keras untuk tim,” imbuh James.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *